Upaya pelestarian lingkungan kini menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan kerusakan alam. Tidak hanya melalui riset dan edukasi, aksi nyata di lapangan juga menjadi bentuk kontribusi langsung yang berdampak bagi masyarakat.
Salah satu langkah konkret tersebut ditunjukkan oleh Universitas Pertamina bersama Pertamina Foundation melalui kegiatan penanaman mangrove di pesisir Desa Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat Pesisir
Aksi penanaman mangrove ini melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara institusi pendidikan, organisasi sosial, dan warga sekitar.
Dengan melibatkan nelayan, kegiatan ini juga membuka ruang dialog tentang pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan. Masyarakat pesisir yang selama ini berhadapan langsung dengan dampak abrasi turut menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penerima manfaat.
Mangrove sebagai Benteng Alami Ekosistem
Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga wilayah pesisir dari ancaman abrasi. Akar-akar kuat tanaman ini mampu menahan sedimen, memperlambat arus gelombang, dan mengurangi risiko pengikisan pantai. Selain fungsi fisik, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang yang mendukung mata pencaharian nelayan. Dengan menanam mangrove, Universitas Pertamina secara tidak langsung turut menjaga rantai kehidupan di wilayah pesisir sekaligus memperkuat ekosistem laut secara berkelanjutan.
Kontribusi terhadap Mitigasi Perubahan Iklim
Pemilihan jenis mangrove Rhizophora apiculata atau bakau bukan tanpa alasan. Spesies ini dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karbon yang terserap tidak hanya disimpan di batang dan daun, tetapi juga di dalam tanah melalui sistem akar yang kompleks. Artinya, mangrove berperan sebagai penyerap karbon alami yang efektif.
Program Berkelanjutan sebagai Investasi Masa Depan
Penanaman 1.400 bibit mangrove di Muara Gembong merupakan bagian dari target jangka panjang Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation untuk menanam 10.000 bibit dalam lima tahun. Program ini menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan dirancang secara bertahap dan berkelanjutan.
Bagi yang tertarik menjadi bagian dari kampus yang aktif berkontribusi dalam isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, informasi lengkap mengenai pendaftaran dan program studi Universitas Pertamina dapat kamu akses melalui situs resmi https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101 dan temukan peluang untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa dan bumi.
