Merger Indosat Tri Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan hingga Buka Peluang Ekonomi di Daerah Terpencil

Merger atau penggabungan Indosat dan Tri diyakini bisa menciptakan inovasi yang terbaik. Tidak hanya itu, merger ini akan mendorong terciptanya struktur pasar yang lebih kompetitif. "Indosat unggul di laynanan telekomunikasi dari hulu hingga hilir sementara Tri unggul di layanan data," kata Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB, Joseph M Edward kepada wartawan, Senin (3/10/2021).

Dari sisi aset jaringan, merger keduanya dapat makin memperluas jangkauan 4G dan menghadirkan internet lebih cepat bagi pelanggan. Merger ini juga akan menjadi kunci pemerataan pendidikan hingga membuka peluang ekonomi yang lebih baik di daerah terpencil. Berdasarkan data, jumlah BTS 4G gabungan kedua perusahaan mencapai 97.863 unit masing masing 66.313 milik Indosat dan 31.550 BTS milik Tri.

"Indosat unggul di infrastruktur jaringan dan Tri, operator yang beri layanan data unlimited baik volume maupun basis waktu. Jadi penggabungan keduanya menjadi kekuatan besar di tanah air," katanya. Penyatuan kedua bisnis ini akan saling melengkapi untuk menciptakan perusahaan telekomunikasi dan internet kelas dunia yang lebih kuat secara komersial dan kompetitif.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, masyarakat tak perlu mempersoalkan jumlah operator telekomunikasi di Indonesia. "Jumlah operatornya bisa saja cuma 3 tapi yang terpenting dalam industri ini ada persaingan sehat, tidak banting bantingan harga yang mengorbankan kualitas," katanya. Direktur dan CEO Indosat Ooerdoo Vikram Sinha mengatakan, pengabungan Indosat Tri akan mampu mempercepat inovasi digital dan kualitas layanan di Indonesia.

"Pegabungan akan berkontribusi pada rencana pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebuah negara digital," katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.